Yuk Belajar Pengukuran Besaran Fisika! (Edisi 2)

Sub Materi : Pengukuran

Ketemu lagi di materi Yuk Belajar Pengukuran Besaran Fisika! Kalau kemarin sudah dibahas mengenai besaran dan satuan, sekarang kita akan belajar bersama tentang pengukuran.

Apa yang kalian gunakan untuk mengukur panjang sebuah buku? Tentu kalian akan menggunakan sebuah mistar/penggaris. Bagaimana jika kalian diminta untuk mengukur diameter sebuah tabung atau tebal sebuah koin, apakah kalian akan menggunakan penggaris juga? Penggaris memang alat ukur besaran panjang, tapi akan kurang teliti jika digunakan untuk mengukur diameter tabung atau tebal sebuah koin.  Lalu bagaimana jika kita diminta untuk mengukur volume benda yang bentuknya tidak beraturan misalnya sebutir batu, bagaimana ya caranya? Langsung kita bahas yuk!

Mengukur  adalah  membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.

a.      Pengukuran Besaran Pokok Panjang

Untuk mengukur besaran pokok panjang digunakan alat ukur mistar, rol meter, jangka sorong dan mikrometer sekrup.

  • Mistar

Mistar atau biasa dikenal sebagai penggaris adalah alat ukur panjang yang sering digunakan oleh siswa. Mistar mempunyai daya ukur yang bermacam-macam, mulai dari 10 cm, 20 cm, 30 cm, 50 cm dan 100 cm. Mistar mempunyai skala terkecil 0,1 cm atau 1 mm. Ketelitian dari mistar adalah 0,5 mm. Perhatikan cara mengukur benda menggunakan mistar berikut ini.

Letakkan ujung benda yang akan diukur tepat di garis angka nol, kemudian baca skala pada mistar.  Pada mistar tersebut ditunjukkan bahwa panjang benda adalah 2,5 cm + 0,5 mm = 2,5 cm + 0,05 cm = 2,55 cm.

  • Rol meter

rol meter

Rol meter atau pita meter mempunyai skala yang sama dengan mistar. Rol meter digunakan untuk mengukur panjang benda yang tidak dapat diukur dengan menggunakan mistar yang mempunyai panjang terbatas.

  • Jangka sorong

Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga digunakan untuk mengukur diameter luar tabung, diameter bagian dalam sebuah tabung dan kedalaman suatu tabung. Bagian-bagian penting jangka sorong yaitu terdiri atas rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm dan rahang geser (dapat bergerak) yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm.

Cara menggunakan jangka sorong :

Pertama, silakan lihat angka pada skala diam tepat di angka nol skala bergerak (misal angka X). Kemudian, carilah angka pada skala bergerak yang berhimpit dengan garis skala diam (misal angka Y). Silakan jumlahkan X + (0,01 x Y)

  • Mikrometer sekrup

Mikrometer sekrup biasa digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda.  Misalnya tebal koin, tebal kertas dan diameter kawat yang kecil.

Skala pada mikrometer dibagi dua jenis, yaitu : Skala Utama, terdiri dari skala : 1, 2, 3, 4, 5 mm, dan seterusnya dan nilai tengah : 1,5; 2,5; 3,5; 4,5; 5,5 mm, dan seterusnya serta Skala Putar, t erdiri dari skala 1 sampai 50.  Setiap skala putar berputar mundur 1 putaran maka skala utama bertambah 0,5 mm.  Sehingga 1 skala putar = 1/100 mm = 0,01 mm

Cara menggunakan mikrometer sekrup :

  1. Sebelum digunakan, pastikan pengunci dalam keadaan terbuka untuk mempermudah memutar skala putar.
  2. Buka rahang dengan cara memutar ke kiri pada skala putar hingga benda dapat masuk ke rahang.
  3. Letakkan benda yang diukur ketebalannya pada rahang, dan putar kembali sampai tepat.
  4. Putarlah pengunci sampai skala putar tidak dapat digerakkan dan terdengar bunyi ‘klik’.

Contoh pembacaan skala pada mikrometer sekrup :

mikrometer sekrup

Pembacaan skala jangka sorong dan mikrometer sekrup secara manual memang butuh ketelitian dan agak sulit. Namun sekarang telah ada jangka sorong dan mikrometer sekrup yang dilengkapi dengan pembacaan skala secara digital.

Untuk pengukuran besaran massa dan waktu silakan menuju halaman berikutnya !

Advertisements

16 Comments

Filed under Kelas 7, Materi

16 responses to “Yuk Belajar Pengukuran Besaran Fisika! (Edisi 2)

  1. gambar memiliki daya tarik dan makna yang lebih kuat daripada text…, kalau setiap artikel diberi gambar di awal sebagai penarik perhatian gimana? tapi jangan besar2 ukurannya supaya ringan mbukanya

  2. Ini materi keluar di UN SMA tahun 2009. Saya ingat itu.

  3. ini Ilmu fisika dasar ya ?
    sempat lupa-lupa juga sih sama Pelajaran Fisika.
    terima kasih sudah mengingatkan.

  4. Sri Kundri A

    Seingatku ini juga pelajaran SMA kelas 1 jamanku dulu, ternyata sekarang sudah diberikan di SMP ya… wah bener2 kudu byk belajar ben gak kalah sama anak kecil jaman sekarang

    • Bener sekali… kurikulum sekarang seharusnya menjadikan anak lebih pandai dari generasi sebelumnya, tinggal bagaimana anak2 mengikuti perkembangan pendidikan dan meningkatkan kompetensinya.

  5. lala

    berlaku banget nich!!!aku kelas 7,trus mw ulangan ipa tp susah belajar diini jd lebih mudah!doakan supaya nilaiku bagus yaa

  6. Salam kenal
    Silakan mampir di blog http://pcahyono.blogspot.com/
    Salam kreatif…

    • anda

      Aku suka yg kamu perbuat,,,
      apalagi dalam hal kebaikan,,tentunya dalam mencari ilmu dan mengamalkannnya,,,
      siiiip laaah

      salam kenal
      Mas Anda / Pustaka Anda

Terima kasih telah membaca, tinggalkan jejakmu di sini..:)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s