Akreditasi Sekolah : Sebuah Evaluasi Diri

Akhirnya selesai sudah pelaksanaan akreditasi sekolah di SMP Negeri 2 Pegandon, tempat saya mengabdikan diri sebagai pendidik. Akreditasi berlangsung selama dua hari yaitu sejak tanggal 12 –  13 Agustus 2011 dan berlangsung dengan lancar.  Tim Asessor yang berasal dari Kabupaten Grobogan menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh dengan keramahan sehingga segenap guru dan karyawan tidak merasakan ketegangan seperti saat persiapan pelaksanaan akreditasi.

Diakui bahwa sebelum pelaksanaan akreditasi sekolah, semua komponen sekolah berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan sebagai bukti fisik penilaian berupa perangkat, dokumen dan instrumen lain sesuai dengan kewenangannya. Semua saling bahu membahu dan bekerja keras untuk memberikan hasil yang terbaik bagi sekolah.  Kerja sama antar tim 8 yang dibentuk oleh sekolah sejak awal persiapan akreditasi yang terdiri dari : Tim I ( Standar Isi, dengan koordinator Bapak Sudarmadi, S.PD), Tim II (Standar Proses, dengan koordinator Bapak Muslikhan, SS), Tim III (Standar Kompetensi Lulusan, dengan koordinator Bapak Drs. Sawali, M.Pd), Tim IV (Standar  Pendidikan dan Tenaga Kependidikan dengan koordinator Bapak Moh. Ansori),  Tim V (Standar Sarana dan Prasarana, dengan koordinator Bapak Drs. Nur Badri), Tim VI (Standar Pengelolaan dengan koordinator Bapak Drs. Tri Widodo), Tim VII (Standar Pembiayaan dengan koordinator Bapak Moh. Ansori)  dan Tim VIII ( Standar Penilaian dengan koordinator Ibu Sukajiyah, SKM) berjalan baik dan lancar. Semoga hasil dari semua kerja sama dan kerja keras segenap komponen sekolah sesuai dengan yang diharapkan.

Akreditasi sekolah yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali sejatinya adalah sebuah potret kinerja sekolah. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, maka setiap satuan/program pendidikan harus memenuhi atau melampaui standar yang dilakukan melalui kegiatan akreditasi terhadap kelayakan setiap satuan/program pendidikan. Mengapa? Karena penilaian dari akreditasi sekolah meliputi delapan standar nasional pendidikan seperti tersebut di atas. Jika komponen sekolah melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan penuh tanggung jawab sesuai dengan delapan standar pendidikan nasional, maka  kinerja sekolah dikatakan baik . Sebaliknya, jika sekolah belum dapat melaksanakan delapan standar nasional pendidikan dengan baik, maka kinerja sekolah perlu dipertanyakan. Penilaian tersebut dilakukan oleh Asesor melalui kegiatan  visitasi dengan jalan melakukan klarifikasi, verifikasi, dan validasi data evaluasi diri Sekolah/Madrasah sesuai dengan kondisi yang ada. Setelah itu tim asesor melaporkan hasil visitasi tersebut kepada BAP-S/M.

Beberapa hal yang paling sering menjadi kendala/kekurangan sekolah dalam akreditasi sekolah, berkaca pada pengalaman pribadi saya sebagai seorang guru adalah :

1.      Tertib administrasi.

Sering kali bapak/ibu guru tidak mengadministrasikan semua kegiatan pembelajaran dengan baik, misalnya tidak menyimpan berkas  Soal Tugas, Ulangan Harian, atau berkas penilaian yang lain, tidak/lupa mengisi jurnal kelas atau agenda mengajar guru, termasuk tertib dalam melaksanakan kegiatan penilaian. Penilaian seharusnya sesuai dengan program penilaian yang telah dibuat dan dilaksanakan menggunakan instrumen penilaian yang ada pada RPP.

2.     Dokumentasi kegiatan.

Setiap dilaksanakan kegiatan sekolah, apapun jenis kegiatannya ada baiknya dilakukan dokumentasi dengan baik. Dokumentasi di sini meliputi proposal kegiatan, pelaksanaan kegiatan (berupa foto kegiatan), dan laporan hasil kegiatan.

3.     Notulen Rapat Koordinasi Kegiatan Sekolah.

Sering kali rapat koordinasi atau rapat dinas tidak dinotulenkan dengan baik.

4.     Silabus dan RPP tidak sinkron.

Tidak semua guru mempunyai kemampuan yang baik dalam menyusun silabus dan RPP, sehingga banyak yang sekedar copy-paste dari file sumber lain, akibatnya jika silabus dan RPP diadopsi dari sumber yang berbeda maka akan terjadi silabus dan RPP tidak sejalan. Hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan melaksanakan kegiatan MGMP sekolah. Tapi sayang, tidak semua sekolah melaksanakan kegiatan MGMP sekolah.

Apapun hasilnya, akreditasi sekolah adalah cermin kinerja sekolah, semoga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi diri bagi semua komponen sekolah  untuk meningkatkan kinerja sekolah serta  mutu dan kelayakan sekolah sebagai sarana pendidikan masyarakat.

Advertisements

5 Comments

Filed under Tulisanku

5 responses to “Akreditasi Sekolah : Sebuah Evaluasi Diri

  1. salam kenal… sukses juga…

  2. Sri Kundri A

    wah, bener2 salut.. kupasane begitu lengkap ‘n tepat

  3. syukurane ga disebutkan kapan dan dimana bu?

Terima kasih telah membaca, tinggalkan jejakmu di sini..:)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s